Makalah Fisiologi Tumbuhan - Penuaan Pada Tumbuhan



PENDAHULUAN


1. Latar Belakang


Tumbuhan yang hidup disuatu lingkungan tertentu menunjukkan tipe struktur tertentu, sebagai akibat adanya adaptasi terhadap lingkungan khusus tersebut. Daun sangat peka terhadap pengaruh lingkungan. Faktor lingkungan yang sangat besar pengaruhnya terhadap struktur anatomi daun adalah penyediaan air dan intensitas cahaya. Pengaruh lingkungan dapat mengubah struktur epidermis, stomata maupun mesofil. Daun merupakan organ yang paling kentara perubahan strukturnya yang merupakan akibat dari lingkungan dan adaptasi terhadap lingkungan. Secara morfologi dan anatomi, daun merupakan organ tumbuhan yang paling bervariasi. Terdiri dari pelepah, tangkai dan helaian daun. Karena daun berfungsi sebagai penerima cahaya matahari untuk fotosintesis dan alat transpirasi mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi, maka umumnya bebentuk pipih. Permukaan atas dan permukaan bawah mungkin tidak sama.

2. Rumusan Maslah

Yang dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
Penuaan dan pola penuaan serta tipe tipe penuaan?
Aspek-aspek metabolik penuaan dan pengaruh faktor penuaan?
Pengguguran serta alasa pengguguran?
Masalah pengguguran daun?






BAB II

PEMBAHASAN


Penuaan (senescence)


Bagian akhir dari proses perkembangan, dari dewasa sampai hilangnya pengorganisasian dan fungsi.

A. Pola Penuaan


Selama masa pertumbuhan, dengan bertambahnya umur suatu tumbuhan, akan diikuti pula dengan proses penurunan kondisi yang mengarah kepada kematian organ atau organisme. Sel-sel yang telah berdifferensiasi pada dasarnya mempunyai masa hidup terbatas, sehingga penuaan akan dialami oleh semua sel pada saat yang berbeda-beda. Selama proses penuaan, pada tingkat sel terjadi penyusutan struktur dan rusaknya membran seluler.

Tipe tipe penuaan yang dijumpai pada tumbuhan dapat di kelompokkan sebagai berikut :


--Penuaan yang meliputi keseluruhan tubuh tumbuhan (overall senescence).Akar dan bagian tanaman di atas tanah mati semua tumbuhan mati sesudah menyelesaikan semua. satu siklus kehidupannya

--Penuaan yang meliputi hanya bagian tumbuhan di atas tanah (top senescence).Bagian tubuh di atas tanah mati, sedangkan bagian tumbuhan yang berada di dalam tanah tetap hidup

--Penuaan yang meliputi hanya daun–daunnya (Deciduous senescence). tumbuhan menggugurkan semua daun-daunnya, sementara organ tubuh lain tetap hidup


--Penuaan yang meliputi hanya daun-daun yang terdapat di bagian bawah suatu tumbuhan (Progessive Senescence). Tumbuhan hanya menggugurkan daun-daunnya yang terdapat di bagian bawah saja.

Proses penuaan daun dimulai pada tumbuhan umur 44 hari yang ditandai dengan menurunnya kandungan klorofil. Contohnya saja pada tanaman padi, pemberian kalsium mempengaruhi proses penuaan. Pemberian kalsium tersebut mempengaruhi kandungan klorofil, jumlah kloroplas, ukuran kloroplas dan struktur kloroplas pada proses penuaan daun padi.

Aspek-aspek metabolik penuaan dan pengaruh faktor penuaan

Aspek metabolik
Pada tahap sel, penuaan berjalan dengan terjadinya penyusutan struktur dan rusaknya membrane subseluler.
Perubahan yang jelas telah terjadi pada metabolisme dan kandungan dalam organ yang mengalami penuaan.
Telah terjadi pengurangan DNA, RNA, protein, ion-ion anorganik dan berbagai macam nutrient organic.

Pengaruh faktor penuaan


Etilen adalah hormon yang secara jelas merangsang kuat senesen pada banyak jaringan.
Beberapa faktor luar dapat menghambat atau mempercepat terjadinya senescence, misalnya :

--Penaikan suhu, keadaan gelap, kekurangan air dapat mempercepat terjadinya senescence daun

--Penghapusan bunga atau buah akan menghambat senescence tanaman

--Pengurangan unsur-unsur hara dalam tanah, air, penaikan suhu, berakibat menekan pertumbuhan tanaman yang berarti mempercepat senescence.


B. Pengguguran (Absisi)


Abscission atau pengguguran adalah suatu proses yang dilakukan tumbuhan untuk memisahkan dan ‘membuang’ organ tumbuhan seperti dedaunan, kelopak bunga, bunga dan buah yang tidak lagi diperlukan tumbuhan atau yang terserang penyakit.

Absisi yang terjadi pada daun dan buah merupakan contoh senesen yang jelas. Daun tidak rontok demikian saja pada waktu mati. Suatu daerah pembelahan sel yang disebut daerah absisi, berkembang dekat pangkal tangkai daun, sehingga sejumlah dinding sel yang melintang tegak lurus terhadap sumbu panjang tangkai daun terbentuk.


Pektinase dan selulase dirangsang pembentukannya pada sel-sel di daerah absisi, dan akan melarutkan lamela tengah dinding yang melintang tadi, sehingga tangkai daun lepas. Hubungan ikatan pembuluh yang terputus akan tersumbat dengan dibentuknya tilosa (tylose), yaitu suatu zat sejenis “gum” dan dilapisi sel-sel gabus. Dalam proses ini dua peristiwa terlibat, yaitu pembelahan sel dan induksi hirdulose. Kedua proses ini merupakan proses metabolisme yang aktif dan oleh karenanya merupakan bagian yang terprogram dalam perkembangan tumbuhan.

Menurut John Walker, kepala the MU Interdisciplinary Plant Group di the Christopher S. Bond Life Sciences Center, tumbuhan menggugurkan organnya karena sejumlah alasan :

Dedaunan tua, misalnya, digugurkan guna membantu daur ulang zat-zat makanan
Buah-buahan yang telah masak rontok dan jatuh ke bawah guna membantu penyebaran benih
Bagian-bagian bunga yang terkena penyakit sengaja digugurkan dan dibuang oleh tumbuhan, hal ini sengaja dilakukan untuk mencegah penjalaran penyakit

Masalah pengguguran daun antara lain :

Hubungan Hormon Dengan Pengguguran Daun

Pengguguran daun melibatkan interaksi antara auksin, etilen, sitokinin, dan asam absisat.
keguguran daun dikontrol oleh perubahan dalam keseimbangan etilen dan auksin. Lapisan absisi dapat dilihat sebagai suatu pita vertikal pada pangkal tangkai daun. Setelah daun jatuh, suatu lapisan pelindung gabus menjadi jaringan perut yang membantu mencegah patogen masuk kedalam tumbuhan tersebut.Absisi dikontrol oleh perubahan pada keseimbangan etilen dan auksin. Selama konsentrasi auksin yang tinggi dipertahankan di helai daun, pengguguran dapat ditunda. Namun, penuaan menyebabkan penurunan tingkat auksin pada organ tersebut, dan konsentrasi etilen mulai meningkat.Sehingga daun mudah gugur.

Hubungan Air dalam Tumbuhan Dengan Pengguguran Daun

Pada sistem tanah-tanaman-udara, air mengalir menembus tanah ke permukaan akar tanaman, melalui akar ke saluran xilem, keatas saluran xilem ke daun, melalui daun ke permukaan yang menguapkan dan akhirnya melalui fase uap ke udara turbulen.


Hubungan Pengguguran Daun Dengan Nutrisi Dalam Tumbuhan


Tumbuhan yang kekurangan magnesium, misalnya akan menunjukan tanda-tanda klorosis pertama kali pada daun yang lebih tua. Magnesium yang relatif mobil didalam tumbuhan , dialihkan dan diberikan khusus untuk daun-daun yang lebih muda.

Jaringan-jaringan yang lebih tua mungkin saja memiliki mineral itu dalam jumlah yang memadai, yang masih dapat mereka pertahankan selama masa-masa kekurangan. Defisiensi besi, yang tidak bergerak dengan bebas didalam tumbuhan, akan menguningkan pada daun muda terlebih dahulu sebelum mempengaruhi daun yang lebih tua.
Adapun nutrisi yang berhubungan dengan gejalan kekahatan daun berupa pengguguran daun adalah sebagai berikut:

Fosfor (F)
Apabila kekurangan Fosfor maka akan timbul gejala kekahatan yaitu pengguguran daun, hal ini dikarenakan membran plasmanya rapuh karena kurang unsure Fosfor didalamnya. Sebab fosfor merupakan unsur penyusun protein, fosfolipid, gula fosfat, asam nukleat, ATP dan NADP. Fosfor memiliki kadar terbesar yang terdapat di jaringan meristem sebagai penyusun asam nukleat, yang jika kekurangan asam nukleat akan mengakibatkan pertumbuhan lambat dan kerdil. Jika kekurangan Fosfor tumbuhan juga tidak bisa menghasilkan energy, karena meskipun klorofil masih dapat menangkap cahaya matahari namun tidak bias mengubahnya menjadi energy karena tidak ada Fosfor yang akan berikatan dengan adenosine yang akan menghasilkan energy berupa ATP. Pada tumbuhan juga akan terbentuk antosianin pada batang dan tulang daun jika kekurangan Fosfor ini disebabkan klorofil dirombak oleh tumbuhan menjadi makanan sehingga lama-kelamaan klorofil berkurang sehingga warna hijau pada daun berkurang dan muncul warna selain hijau yang berasal dari pigmen lain.

Nitrogen (P)

Nitrogen berfungsi sebagai bahan sintesis klorofil, protein dan asam amino. Apabila didalam tumbuhan kekurangan nutrisi berupa Nitrogen, maka akan timbul gejala kekahatan perubahan warna daun pada daun yang tua (klorosis) yang akhirnya daun tersebut gugur, ini disebabkan karena kurangnya klorofil. Terjadi pula nekrosis yaitu keringnya daun bagian tepi (jaringan menjadi mati) karena kekurangan protein.

Kalium (K)

Didalam tumbuhan Kalium merupakan bagian dari enzim yaitu sebagai kofaktor sehingga berfungsi sebagai katalisator. Selain itu Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti pembelahan sel(untuk menyerap air sehingga sel turgornya naik dan membesar), pada sintesis dan translokasi karbohidrat, pada sintesis protein, reduksi nitrat, pembentukan klorofil, dan membuka menutupnya stomata. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakar dan akhirnya gugur.




BAB III KESIMPULAN

Dari pemaparan di atas, kesimpulan yang dapat diambil di antaranya adalah :

--Tipe tipe penuaan yang dijumpai pada tumbuhan adalah overall senescence, top senescence, deciduous senescence, Progessive Senescence

--Pengguguran daun berhubungan dengan sel, hormon, air, gerak, dan nutrisi
Daerah pengguguran daun terjadi di tangkai daun, tempat terputusnya tangkai daun sehingga terlepas dari batangnya.Daun musim gugur akan berhenti membuat klorofil yang baru sehingga kehilangan warna hijaunya

--Nutrisi yang berhubungan dengan gejalan kekahatan daun berupa pengguguran daun adalah Fosfor (F), Nitrogen (P), Kalium (K).






DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Pola senescence. Diakses dari http://www.idonbiu.com/2009/09/fase-fase-pertumbuhan-dan-perkembangan.html. Diakses pada 10/07/12.

Salisbury,F.B. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Institut Tekhnologi Bandung : Bandung

Soerodikoesoemo. W. Prof. Dr. Ir. M.Sc, dkk. 1993. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Universitas Terbuka, Depdikbud : Jakarta
Wilkins. M.B.1989. Fisiologi Tanaman. Bina Aksara : Jakarta
Previous
Next Post »